Red Electricity Lightning

0





Kalimantan Selatan - Sudah 5 tahun Rahmatullah (26)  terlepas dari keterpurukannya. Sepasang kaki kecil  yang tak berdaya telah tergantikan perannya dengan sepasang tangan yang kokoh sebagai pengganti fungsi kakinya.  Dengan mata yang penuh berkaca-kaca, salah satu warga desa Marias Kecamatan Juai Kabupaten Balangan ini mengingat  kembali  awal bangkit dari keterpurukannya.
Pria kelahiran 1992 ini, tinggal di lingkungan keluarga yang sederhana dengan kondisi cacat dari lahir. Rahmatullah sendiri  sempat memakan bangku pendidikan dibantu dengan tempat duduk yang terbuat dari kayu dimodifikasi pada sepeda kayuh sang ibu untuk mengantar Rahmatullah bersekolah.  Pada tahun 2009 hari kelulusannya di SDN Marias, rasa takut untuk menghadapi dunia mulai timbul di dalam benaknya. Rahmatullah memasuki situasi yang sangat sulit, dengan kondisi fisik yang sangat jauh berbeda dari orang lain serta umur yang memang jauh di atas dari teman seangkatan sekolah, Rahmatullah memutuskan untuk berhenti melanjutkan pendidikan.
Dalam kondisi terpuruknya, Rahmatullah hanya memikirkan betapa sia-sia kehidupannya dan betapa menyedihkannya hidup di dalam rasa belas  kasih orang lain. Setiap tatap mata yang mengarah pada kakinya terasa begitu menyayat hati, seolah semua mimpi dan harapan membahagiakan orang tua pudar, seketika pandangan itu ditujukan. “Saya stres dan saya luapkan dengan mengurung diri di kamar,” tutur Rahmatullah kepada Arsemamariasnews, rabu (08/08/2018).
Kasih sayang dan sikap pantang menyerah Mamat dan Masdinah sebagai orang tua perlahan mengembalikan harapan yang telah ikut tenggelam dalam keterpurukannya. Rahmatullah menyadari memang kaki yang ia miliki lemah bahkan tak bisa difungsikan. “Tuhan telah menitipkan tangan yang sehat dan sempurna pada saya kenapa tidak di manfaatkan saja,” dalam benaknya.
Perlahan tapi pasti Rahmatullah mulai bangkit. Dari berjualan pulsa tanpa kios sampai membuat rumah mini yang terbuat dari stik es krim, Rahmatullah mulai dikenal bukan hanya seluruh masyarakat desa Marias bahkan di Kabupaten Balangan. Terbukti anak sulung dari dua bersaudara ini menjadi motivator dan pemateri pada tahun 2016 di BNN Kabupaten Balangan, rumah mini karyanya di pamerkan di EXPO KAL-SEL 2017 dan EXPO Balangan 2017.  Rahmatullah juga  mendapat kesempatan dari Dinas Sosial untuk menimba ilmu keahlian memotong rambut di Banjarbaru pada tahun yang sama.
Sekarang Rahmatullah bisa dikatakan adalah salah satu  penyandang disabilitas yang sukses di Kabupaten Balangan. Selain sekarang memiliki Toko sembako, menjual berbagai macam pulsa, Pengrajin rumah mini, dan membuka tempat pemotongan rambut, Rahmatullah juga mengajar pemuda desa Marias membuat rumah mini sehingga pemuda yang tidak memiliki pekerjaan masih bisa mendapat penghasilan.
“Tuhan sudah mengatur semuanya. Dengan kekuranganku, Tuhan memberikan sebuah keistimewaan berupa tangan yang ia pinjamkan sebagai penopang tubuhku dan penopang rizqiku,” kata Rahmatullah.

Next
Newer Post
Previous
This is the last post.

Post a Comment

 
Top