Red Electricity Lightning

0

ARSEMAMARIAS_ Mungkin terdengar sangat asing bagi orang yang bukan dari wilayah Kalimantan khususnya. Tutungkal dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "Tepung Tawar," yang artinya adalah simbol pemberian doa yang bertujuan menghindarkan bala dan gangguan sesuai tujuan kegiatan ini dilakukan.

Di Desa Marias Kecamatan Juai Kabupaten Balangan, kebanyakan masyarakat mengenalnya dengan nama Tutungkal yang tujuannya pun sama untuk menghindarkan bala dan gangguan kepada orang yang melaksanakannya.

Nah...
Dalam artikel kali ini memuat mengenai tradisi masyarakat Banjar khususnya yang ada di Desa Marias, yang setiap ada warga membeli Mobil atau sepeda motor maka akan dilaksanakan kegiatan yang dinamakan "Tutungkal Sapida Hanyar," yang maksud dan tujuannya berharap Kendaraan yang baru dibeli oleh seseorang tersebut selain bisa mendapatkan banyak manfaat, dihindarkan dari bala kecelakaan, juga hal ini semata-mata adalah bentuk syukur kepada Allah yang telah memberi rezeki sehingga dapat membeli kendaraan tersebut.


Proses ini biasanya dilakukan bersama salah seorang tokoh agama di Desa dan di ikuti oleh keluarga besar si pengundang saja. Cara pelaksanaannya pun terbilang cukup unik, dimana tuan rumah harus menyediakan bubur merah putih (habang-putih menurut bahasa sekitar) dan air dalam baskom kecil disertai dengan beberapa dedaunan didalamnya dan yang paling sering adalah daun pandan yang diikat pada sebuah gedang pisang. Acara Tutungkal Sepeda Hanyar ini di mulai dengan pembacaan do'a selamat oleh tokoh agama yang ada di Desa. dilanjutkan dengan makan bubur yang di sediakan tuan rumah dan terakhir memercikkan air yang telah dibacakan do'a ke pada keluarga si pengundang dan kendaraan yang baru dibeli oleh  pengundang juga di percikkan dengan air tersebut.

"Kegiatan ini kada manyimpang pada Agama asal tujuannya tatap haja minta kasalamatan, dan batarimakasih lawan Allah atas rajaki nang di bari," menurut tokoh masyarakat yang sering di undang dalam proses Tutungkal sapida Hanyar ini bapak Juhansyah/kai Aridi.


Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya kegiatan yang dilakukan ini tidak menyimpang dan sangat jauuuuuuuuuuuuuuuh dari kata menyimpang, khususnya dari agama ISLAM.




Semoga Bermanfa'at........................

Post a Comment

 
Top